Kamis, 29 November 2012

O.K.A.Y Boyz II boys Lyrics


Even when they unfollow you
I'm telling you there's nothing you can do
It's gonna be okay

When they are asking for your blacberry pin
You don't have and they say where have you been?
It's gonna be okay

Reff
You can be superman, spiderman, robin and batman
You can do anything you wanna do and say
"I'm the man"
whenever you feeling down, useless, you know what to do
believe in yourself and say
It's gonna be O.K.A.Y

You can still live your day
You'll be someone someday
You've got friend all the way

Your friend call you for a night ride
 The only thing you have is tricycle bike
It's gonna be okay

Reff

Beatbox

Reff 2x




When You Love Someone Endah n Rhesa Lyrics



I love you but it's not so easy
to make you here with me
I wanna touch ad hold you forever
But you're still in my dream

And I can't stand to wait your love is coming to my life
But I still have a time to break a silence

Reff:
When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don't ever let him go
Or you will loose your chance to make your dreams come true

I used to hide and watch you for a distance
And I knew you realize
I was looking for a time to get closer
At least to say "Hello"

And I can't stand to wait your love is coming to my life

Reff

I never thought that i'm so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can't be wrong
Don't ever give up just try and try
And get what you want
Cause love will find the way...

Reff



Pemberian Air Putih Pada Bayi


Hingga usianya 6 bulan, berilah bayi ASI Eksklusif (artinya ASI saja) tanpa pemberian cairan lain, termasuk air putih. Kebutuhan bayi akan cairan sudah dipenuhi dari ASI, dan ASI tidak perlu "dibilas" karena Anda bisa membersihkan sisa ASI dengan menggunakan kain atau kapas yang dibasahi. Pemberian air putih pada bayi yang mendapat ASI Eksklusif dapat mencetus ketidakseimbangan elektrolit di tubuhnya, yang dapat mengganggu kemampuan tubuh menyerap zat gizi ASI. Minum air putih pun membuat bayi kenyang, sehingga semakin sedikit menyusu - semakin sedikit pula zat gizi yang ia dapat. Ketika cuaca panas, tambah frekuensi menyusui bayi agar ia tidak haus. Bayi diberi minum air ketika pemberian ASI Eksklusif hingga 6 bulan ketika dia mulai makan, karena pada saat itu air membantu bayi mencegah konstipasi.




Banyak orangtua bahkan sebagian dokter masih meyakini bawah banyak minum air putih pada bayi sama seperti orang dewasa akan sehat dan baik. Sebagian dari mereka masih meyakini mitos tidak benar bahwa kalau bayi tidak minum air putih akan membuat ginjalnya rusak, bibir kering, lidah putih atau sulit Buang Air Besar (BAB). Ternyata pemberian air putih bisa berdampak tidak baik pada bayi mulai hal yang ringan sampai yang berat. Pada kasus yang ringan pemberian air putih seringkali membuat bayi minum susu ASI atau formula menjadi berkurang dan berdampak gangguankenaikkan berat badan. Karena, air putih rasanya lebih segar dan enak bagi bayi. Sehingga bayi memilih air putih dan bila banyak akan mengurangi jumlah susu. Ternyata kebanyakan air pada bayi juga dapat mengakibatkan intoksikasi air atau keracunan air yang dapat berakibat kejang atau koma. Tidak pernah disadari sebenarnya kandungan air dalam ASI dan susu formula sudah lebih dari cukup atau bila takaran pembuatan susu formula sesuai anjuran.

Setelah bayi adalah masa lalu usia 6 bulan, dia harus minum 2 sampai 4 oz. air dua kali sehari sampai ia mencapai usia 1 tahun. Pada usia 12 bulan, anak harus minum minimal 4 oz. per hari, berdasarkan kehausan anak. Setelah sistem kekebalan tubuh telah matang sedikit, dan makanan padat sudah mulai, ASI atau susu formula masih harus menjadi minuman utama.



Secara umum, itu bukan ide yang baik untuk memberikan air bayi anda sampai berusia 6 bulan. Sampai usia 6 bulan bayi masih akan mendapatkan semua hidrasi yang ia butuhkan dari ASI atau susu formula, meski dalam cuaca panas sekalipun. Memberikan bayi yang lebih muda dari 6 bulan terlalu banyak air dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap zat gizi dalam ASI atau susu formula. Pemberian air putih setelah usia 6 bulanpun ternyata dapat berpengaruh berkurangnya jumlah minum ASI dan susu formula. Hal ini juga dapat menyebabkan perutnya merasa penuh, yang mengekang keinginannya untuk makan atau minum susu formula atau ASI.

Selain itu pemberian air putih harus diwaspadai tentang kebersihan dan higienitasnya. Paparan bakteri dan bahan mineral seperti fluroide harus selalu diwaspadai pada penmberian air putih pada bayi.

Menurut American Dietetic Association (ADA) dan American Academy of Pediatrics (AAP), ASI dan susu formula bayi biasanya tidak perlu air tambahan. Telah diperkirakan bahwa bayi membutuhkan 1,5 mL air / kkal energi yang dikeluarkan untuk konsumsi yang cukup; ini rasio air-to-energi sesuai dengan yang ditemukan dalam ASI dan susu formula umum. AAP menyarankan air yang dapat ditawarkan untuk botol-makan bayi yang lebih tua dari 6 bulan, tetapi mereka mungkin lebih memilih untuk mendapatkan cairan ekstra dari menyusui lebih sering. Bayi yang disusui biasanya tidak perlu air tambahan jika mereka makan sesuai permintaan. Dalam cuaca sangat panas, bayi mungkin perlu air tambahan. Memperkenalkan bayi yang lebih tua untuk sedikit air dapat membantu mereka belajar untuk minum air untuk memuaskan kehausan. Perhatian harus digunakan sehingga air tidak menggantikan energi yang dibutuhkan dan zat gizi dalam makanan


Kebutuhan Air Pada Anak

0 - 6 bulan                   0,7 liter perhari dari ASI dan susu formula
6 bulan - 12 bulan       0,8 liter perhari dari ASI dan susu formula dan
                                    makanan tambahan
1 tahun - 3 tahun         1,3 liter perhari dari ASI dan susu formula dan
                                    makanan tambahan
4 tahun - 8 tahun         1,7 liter perhari dari ASI dan susu formula dan
                                    makanan tambahan



Dampak Pemberian Air Pada Bayi 

1.     Minum ASI dan Susu Formula berkurang

Pemberian air putih dengan botol atau gelas membuat bayi mengurangi jumlah minum ASI dan susu formula. Hal ini terjadi karena bila sudah dikenalkan air putih bayi pasti akan lebih memilih air putih karena rasanya lebih segar dan lebih enak. Secara tidak disadari berat badan bayi sering terganggu setelah usia 6 bulan. Memang, banyak faktor yang menjadi penyebab.

Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya jumlah ASI atau susu formula yang diminum. Pada pemberian ASI sering ibu tidak menyadari karena tidak bisa diukur jumlah ASI yang diminum. Biasanya bila cermat bisa dinilai bahwa bayi minum hanya sebentar-sebentar . Pada pemberian susu formula akan lebih mudah kelihatan biasanya anak bila minum air putih sangat cepat dan banyak. Juga ditandai hanya mau minum susu saat tidur.

Hal ini terjadi karena saat bangun lebih tertarik minum air putih karena lebih segar dan lebih enak. Tetapi saat tidur bayi sudah tidak memperdulikan rasa. Sebenarnya air putih tidak diperlukan karena dalam ASI dan susu formula sudah cukup kadar airnya. Kalaupun hendak diberikan hanya dalam jumlah sedikit dalam 2-5 sendok kecil jangan diberikan melalui gelas atau botol. Karena begitu diberikan dalam botol dan gelas bayi akan minum air putih lebih banyak. Orangtua sering meyangkal bahwa pemberian awal hanya sedikit tetapi tidak disadari setelah tahu rasa air putih akan semakin banyak mengkonsumsinya sehingga konsumsi ASI dan formula akan semakin berkurang.

Tidak disadari bila dihitung bayi diberi air putih dalam botol kecil 50-100 cc bila diberi 3 kali sudah mendapat 300 cc air putih. Bila itu diberikan maka akan mengurangi sejumlah 300 cc ASI atau susu formula karena bayi sudah kenyang. Kehilangan 300 cc tersebut sudah terjadi minimal kehilangan hampir 30% kebutuhan ASI dan minum susunya. Hal ini harus lebih diperhatikan terhadap bayi dengan gangguan kenaikkan berat badan atau bayi dengan berat badan kurus.

2.   Intoksikasi Air

Di luar kekhawatiran tentang penyerapan zat gizi, dokter anak tidak menyarankan air untuk bayi sebelum usia 6 bulan karena risiko untuk keracunan air. Terlalu banyak air mencairkan tingkat normal bayi natrium dan dapat menyebabkan kejang, koma, kerusakan otak dan kematian. Terlalu banyak air dapat menyebabkan intoksikasi air atau keracunan air pada bayi.
Setiap kali bayi buang air kecil, ia kehilangan tidak hanya air tetapi natrium dan elektrolit lain. Namun berbeda dengan orang dewasa, yang cenderung untuk mendapatkan terlalu banyak sodium dalam makanan kita, bayi biasanya mendapatkan hanya elektrolit yang mereka butuhkan dari ASI atau susu formula. Terlalu banyak air dan mereka kehilangan natrium terlalu banyak. Kadar natrium dalam darah mereka dapat menurun dan menyebabkan iritasi, pembengkakan otak, unresponsiveness dan kejang.
Dalam kasus yang jarang, intoksikasi air dapat terjadi ketika seorang anak minum terlalu banyak air dan konsentrasi natrium nya menjadi seimbang. Ketidakseimbangan ini mengganggu elektrolit bayi, menyebabkan jaringan tubuh membengkak dan mungkin menyebabkan kejang atau koma. Keracunan air juga dapat terjadi ketika orangtua menambahkan terlalu banyak air untuk susu formula anaknya.

Dalam kasus yang jarang, bayi yang minum terlalu banyak air dapat mengembangkan kondisi yang dikenal sebagai intoksikasi air, yang dapat menyebabkan kejang dan bahkan koma. Keracunan air terjadi ketika air terlalu banyak mencairkan konsentrasi sodium dalam tubuh, mengganggu keseimbangan elektrolit dan menyebabkan jaringan otak edema atau membengkak.

Referensi:
  • American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition. Kleinman RE, ed. Pediatric Nutrition Handbook. 6th Edition. © 2009 American Academy of Pediatrics. 
  • Dietary Reference Intakes for Water, Potassium, Sodium, Chloride, and Sulfate. Food and Nutrition Board, Institute of Medicine, National Academies, 2005. 
  • Committee on Environmental Health and Committee on Infectious Diseases. Drinking Water From Private Wells and Risks to Children. Pediatrics 2009;123;1599 
  • USDA: New Jersey WIC Infant Feeding Guide for Healthy Infants


Source:

  • http://kesehatan.kompasiana.com 
  • http://www.ayahbunda.co.id

Selasa, 04 September 2012

Amnesia

16 April 2012. Pagi itu seperti biasanya, tak ada keganjilan yang terlihat, baik dari aku maupun partner terbaikku setaun ini. Sebelum adik bungsu dan kedua orang tuaku pulang dari liburan panjang, aku pun bebenah rumah bersama adik perempuanku. Setelah rumah bersih, sekitar pukul 10.00 kedua orangtuaku dan si bungsu sampai di rumah. Tetapi tak lama mereka sampai, aku pun pamit untuk pergi ke rumah temanku. Seperti biasa, mama mengantarku sampai depan pagar rumah.

Kutarik gas penuh, 70 km/jam, kecepatan favoritku saat mengendarai motor. Suasana jalanan lengang, hari minggu ucapku dalam hati. Jalanan semasa aku kerja di catering. Catering di sebuah rumah sakit ternama di daerah Tangerang. Jalanan itu sudah aku hapal di luar kepala. Rute pertamaku adalah menjemput sahabatku semasa kuliah. Hari itu memang kami rencanakan untuk bertemu. Silaturahim, saling bertukar cerita dan bertukar info pengalaman kerja masing-masing. Ini merupakan taun pertama kami sebagai "fresh graduates".



Aku, Rida, Ivana dan Shabrina merupakan teman akrab semasa 3 tahun pendidikan diploma gizi. Kesamaan domisili membuat kami merasa dekat satu sama lain.  Selepas wisuda, kami berempat berpencar, melamar dan memilih pekerjaan sesuai minat masing-masing. Aku dan Rida memulai kerja pertamaku di catering, Ivana di bidang penelitian dan Shabrina menerima tawaran untuk mengisi posisi asisten dosen di kampus. Dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda dan kesibukan masing-masing, hari itu aku bersemangat sekali untuk bertemu mereka.


Aku teringat masa-masa kami kuliah. Tiap berangkat,kami jadwalkan selalu naik bis yang sama, walau dari tempat yang berbeda. Berdasarkan rute bis, ivana biasa naik paling pertama, setelah itu shabrina dan terakhir aku. Rida hanya ikut pada awal dan akhir minggu, karena di awal semester ia memutuskan untuk tidak pulang pergi dan ikut kost bersama kawan lainnya. Pengalaman ter"manis" adalah jika kami mendapat praktikum lab yang "overtime" dan harus pulang diatas pukul 18.00. Kami harus menunggu bis "antara ada dan tiada". Sering kami menunggu hingga 2jam di pinggir jalan, sering pula kami berjalan dari blok M hingga Ratu plaza. Tapi karena kami bertiga, 2jam tidak begitu berat dibandingkan harus berdiri menunggu seorang diri. "That's what friends are for" kalau kata lagu Dionne Warwick.



11.30. Aku terbangun. Entah dimana, gelap. Kupaksa tubuhku untuk berdiri. Pergelangan tangan kurasa sakit, pergelangan kaki perih, bahu dan pinggulku pun terasa memar. Kulihat Mio merah terparkir rapi dihadapanku. Aku tak tau apa yang telah terjadi. Rintik hujan mulai menetes. "Sedang apa aku di tempat ini?" pikirku. Berbagai pertanyaan muncul, aku hendak kemana, mengapa aku disini dan apa yang sudah terjadi. Pertanyaan-pertanyaan itu aku abaikan, rasa luka mulai terasa. Aku makin panik. Apa yang harus aku lakukan. Aku tidak ingat apa-apa.

Seorang lelaki mencoba menahanku dengan melambaikan tangan. Sekelibat, aku perhatikan memang ia sudah ada di warung kecil itu, telah berteduh bersamaku. Aku tidak peduli. Yang kupikirkan hanya, bagaimana caranya aku bisa ingat apa yang sebenarnya akan aku lakukan dan bagaimana caranya aku mendapat pertolongan medis. Kuambil jas hujan dalam bagasi motor. Setelah kukenakan, lalu aku langsung tarik gas, mengabaikan lambaian tangan dari si bapak itu.


Kamis, 05 Juli 2012

Puisi Tanpa Judul


Detak hati ini lucu,

Terkayuh, terkejap, meletup,

Ketika di atas kertas,

Kutulis kata indah tentang dirimu,



Lalu sekenang pendeknya ingatanku,

Ku katup mataku gambarkan lagi hari bersamamu,

Aku terhanyut,

Terhuyung arus yang membasahi kehausan jiwa,

Terbelai mimpi kebersamaan nyata,

Sekejap dunia ini menyempit,

Padatkan detik-detik yang terhimpit diantara kita,

Aku hilang tergenang asmara,



Selayak petir yang bercahaya sebelum bersuara,

Hatiku terkayuh cepat ketika logika tak sebegitu sempat,

Aku tak bisa mengendalikan ini,

Saat hati pegang kemudi,



Jangan tanya begitu cepat,

Semua terjadi begitu cepat,

Aku mulai tak pernah berhenti,

Jangan tanya aku,Tanya hatiku,

Aku juga tak tahu..



**23:25:05_12/04/2010**

Kamis, 03 November 2011

Wonosobo we'll be missing you...

Oktober 2010,
Bulan yang berat bagi kami untuk mempersiapkan dengan matang sebelum kepergian kami menuju kota itu..
Kota yang terpilih oleh 90 mahasiswa, dan telah mengalahkan kota pilihan lainnya, Serang.
3bulan waktu kami untuk mempersiapkan seluruh keperluan untuk datang ke kota itu. Jadwal PPG (Perencanaan Program Gizi) menjadi hal yang sangat menyebalkan untuk kami selama 3 bulan tersebut.

Letih merevisi kuesioner, lelah bolak balik konsultasi, dan lunglai pulang malam. Sebagian mahasiswa bertugas sebagai panitia inti, sebagian sebagai tim kuesioner, dan sebagian lainnya ikut serta membantu persiapan lainnya. Bahu membahu dan saling menyamangati kunci utama kami dalam menghadapi persiapan ini.




Sikut-sikutan dengan panitia inti pun sempat terjadi, hehe, ini terjadi akibat kekhawatiran akan kekompakan tim. Keadilan panitia pun di tegakkan, 90 mahasiswa yang terbagi dalam 16 desa dipilih berdasarkan hasil undian. Tidak ada unsur kesengajaan. Dan kami pun adil, dibagi menjadi 16 kelompok Desa. Desa Bumiroso, Desa Gondang, Desa Limbangan, Desa Kuripan, Desa Wonoroto, Desa Mutisari, Desa Wonosroyo, Desa Watumalang, Desa Kalidesel, Desa Wonokampir, Desa Gumawang Kidul, Desa Pasuruhan, Desa Lumajang, Desa Binangun, Desa Krinjing, Desa Banyukembar. 2hari sebelum keberangkatan, kami sibuk dengan persiapan kelompok desa masing-masing. Dari mulai persiapan kelengkapan kuesioner, barang bawaan pribadi hingga bungkus .Panitia sibuk urus sana sini, bungkus ini itu, lari-lari kesana kemari *lebayy*


Finally, December come..














Senin, 25 Juli 2011

Sensasi Revisi

Huhuu, tanggal 13 Juli 2011 sudah dilewati dengan penuh perjuangan dan doa. Dan terhitung 12 hari pasca sidang, para mahasiswa diminta pertanggung jawabannya dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah yang sudah rapi direvisi. Masa revisi pun merupakan perjuangan yang sangat menantang bagiku, karena dosen yang biasanya mudah untuk ditemui, kali ini tidak. 

Hari pertama, aku ke kampus hanya untuk meminta tandatangan Bapak Ketua Jurusan. Kabar burung mengatakan bahwa Bapak Ketua Jurusan akan pergi keluar kota sampai tanggal 27 Juli 2011, karena hal tersebut maka kami seangkatan mendadak harus sudah membuat lembar pengesahan dan persetujuan yang akan ditandatangani oleh beliau. Setelah proses tanda tangan selesai, hapeku mati. Karena menurut beberapa narasumber pada hari itu dosen pembimbingku tak ada maka aku langsung pulang. Pukul 19.00 hape aku cas, dan ada beberapa sms masuk, ada satu sms yang membuatku tercengang. Isi smsnya “nek,gi ditanyain bu is, kapan mau konsul?”  #toengg
**pelajaran hari pertama   :  hubungi dosennya langsung, jangan langsung percaya dengan ucapan para narasumber -yang ternyata juga kurang tau keberadaan dosen- wkwk

Hari kedua, aku membuat janji pada pagi hari bertemu dengan dosen pembimbing teknis, namun aku lupa menanyakan jam, beliau hanya bilang “pagi”. Hhahag, dasar mahasiswa malas, setelah solat subuh, aku tertidur lagi, dan batu terbangun pada pukul 06.30. Walaaah… hasil yang akan di konsulkan belum di prin, mendadak panik. Setelah berjuang mempertahankan ketenangan dalam kepanikan, aku pun berangkat ke kampus. Pukul 08.30 aku tiba di kampus, namun satpam kampus bilang dosen pembimbingku sudah sampai sejak pukul 07.30. Oh mai goot…… telat keterlaluann,
**pelajaran hari kedua   :  saat menetapkan janji, jangan lupa tanyakan jam, bukan hanya menetapkan waktu,,,wkwk

Hari ketiga, kami janjian lagi untuk bimbingan. Pukul 07.30 beliau ada di kampus. Tapiiiii,lagi lagi aku kesiangan, dan baru sampai kampus pukul 08.00. ya ampuuuun, lemeess.. mesti gimana lagi iniii,temenku udah ada yang ngejilid,dan aku? Bimbingan aja boroboroo.. Pasrah, namun tetep sms sang dosen berharap beliau kembali lagi ke kampus pada hari itu. Alhamdulillaah,tidak seperti kejadian sebelumnya, kali ini sang dosen langsung membalas dan berkata “ok,nanti jam duabelasan ke kampus lagi”. Yippieeee….
Pukul 14.30 dosen pun belum datang, ibarat kata kayak cucian, dari basah ampe kering kerontang tapi sang dosen belum datang juga (wkwk,kampus dari sepi, jadi rame, ampe sepi lagi). Satu anak bimbingan pun gugur, tidak tahan lagi mesti nunggu ketidakpastian beliau. Tapi ternyataaaaa, 5menit setelah kepergian si anakyangtidaksabar itu, sang dosen dataaang… Hhhahaaaaa,girang bangettt… akhirnya bisa tatap muka langsung. Walau ternyata pada akhirnya KTI-ku hanya dibawa pulang (dibaca kagak tuu,*khawatir) 
**pelajaran hari ketiga   :  inget mantra andalannya Alif dalam Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna “Man Shabara Zhafira” artinya siapa yang sabar maka akan beruntung.

 Hari keempat,aku datang pukul 07.00,,wohooooo,lebih pagi dari sang dosen pikirku. tapi sampai pukul 10.00 sang dosen tak kunjung datang.. huhu, bener-bener di “gocek”. Pukul 11.00 sang dosen pun tiba dan langsung kami serbu. Banyak sekali yang harus direvisi terutama tabel, tapi aku harus tetap semangat untuk menyelesaikan KTI ini secepatnya. Dan Alhamdulillah pada hari itu sang dosen langsung memberi tandatangan ACC untuk diperbanyak. n___ n
**pelajaran hari keempat  : syukuri apa yang telah diberikan-Nya, karena baik buruknya sesuatu hal akan membuatmu belajar untuk menjadi lebih baik di hari esok

Sooooo, sekarang si KaTeI sedang di daftar tunggu di mas nur a.k.a juru fotokopi-laminating-jilid di kampus Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II Jurusan Gizi tercintahh…